Searching...
Sabtu, 26 April 2014

Pembuka

Kemudahan mendapatkan informasi sekarang tamapaknya menjadi boomerang bagi bangsa ini. Kehadiran IT tentulah tidak dapat di tolak. Dengan kemajuan teknologi terciptalah perangkat-perangkat yang makin mudah dan murah untuk mengakses segala macam informasi. Hanya dengan uang 100 ribu(HP bekas) atau 500ribu (HP baru)  bocah bocah SD dan SMP maupun SMU sudah dapat memiliki HP  buatan cina  dengan Fitur lengkap yang, bisa mengakses internet, rekam video dan lain sebagainya.

Dengan alat semurah dan semudah itu mereka menelusuri seluruh isi dunia. Dengan alat semudah dan semurah itu mereka dapat berekpresi dengan memotret atau merekam gambar layaknya artis idola.

Jutaan video dan gambar mesum sampai hari ini masih dengan mudah di akses melalui alat sederhana dan murah tersebut. Dengan bekal sedikit otak atik komputer  mereka saling berbagi informasi. Sayangnya lebih banyak diantaranya yang berbagi hala-hal tidak bermanfaat atau bahkan hal maksiat. Memang tidak seluruhnya demikian. Kebebasan informasi yang di dukung dan di dengungkan segelintir orang telah membuat kerusakan sedemikian luasnya.
KALAU BOLEH INFORMASI DI IBARATKAN ARUS LISTRIK MAKA SESUNGGUHNYA JUGA DI PERLUKAN GARDU-GARDU DI SETIAP WILAYAHNYA DAN JUGA PERLU SEKRING PEMUTUS DI SETIAP RUMAHNYA SEHINGGA DAPAT  DILAKUKAN KONTROL TERHADAP ARUS YANG MASUK. BILA TIDAK MAKA ARUS LISTRIK YANG BERLEBIHAN AKAN MERUSAK PERANGKAT-PERANGKAT DALAM RUMAH KITA. 
“Kebebasan” informasi bisa yang berubah menjadi “kebabalasan” inormasi, akibatnya sama dengan listrik tadi tidak memberi manfaat tapi malah merusak. Belum lama dari pihak GOOGL.COM mulai memeikirkan perlunya perangkat yang dapat MEN-DELETE informasi yang ada di jejaringnya dengan maksud agar informasi yang pernah muncul dapat di hapus bila itu membahayakan atau merugikan kehidupan seseorang.

Namun demikian pembatasan informasi tampaknya akan bertentangan dengan era kebebasan informasi global yang sedang bertiup. Para penggiat kebebasan atas nama hak asasi manusia akan selalu menentang setiap pembatasan informasi. Mereka beranggapan informasi adalah hal paling penting di dunia dan tidak boleh di halangi keberadaanya. Penutupan akses pornografi di dunia maya seperti yang di lakukan menkominfo TIFFATUL SEMBIRING juga menuai cercaan dan perlawanan. Meskipun orang yang menentang itu juga tahu  bahwa sebenarnya pornografi lebih banyak efek merusak dari pada manfaatnya. Indonesia terdaftar sebagai JUARA Penikmat pornografi dunia. Tentu ini bukan prestasi yang membanggakan.

Ref : http://peting-kradenan.blogspot.com/2013/05/nafsu-birahi-anak-sekolah.html#ixzz3041YUE1B
Pembuka
Title:Pembuka
Description : Kemudahan mendapatkan informasi sekarang tamapaknya menjadi boomerang bagi bangsa ini. Kehadiran IT tentulah tidak dapat di tolak. Dengan ...
Rating : 5.0 stars based on 910 reviews
Silahkan bagikan artikel tentang Pembuka ini kepada teman-teman anda dengan meng-KLIK tombol dibawah ini. Jangan Lupa berikan komentar anda !, komentar anda akan sangat membatu untuk kemajuan dan kelangsungan blog ini Terimakasih !
Next
This is the most recent post.
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Popular post